Bab III: Sistem Komputasi

Bab III: Sistem Komputasi

Diposting: 25 Agustus 2025 | Admin

A. Perangkat Keras Komputer


Perangkat keras (hardware) adalah komponen fisik komputer yang dapat dilihat dan disentuh. Hardware bekerja bersama agar sistem komputer dapat menjalankan instruksi.

1. Unit Pemrosesan (CPU & GPU)

  • CPU (Central Processing Unit): otak komputer yang mengeksekusi instruksi program; terdiri dari ALU, CU, dan register.
  • GPU (Graphics Processing Unit): proses paralel khusus untuk grafis dan tugas AI/ML pada beberapa aplikasi.

2. Memori & Penyimpanan

  • RAM: penyimpanan sementara (volatile) untuk data yang sedang diproses — semakin besar RAM, semakin banyak aplikasi dapat berjalan bersamaan.
  • ROM / Firmware: menyimpan instruksi dasar (seperti BIOS/UEFI).
  • Storage (HDD/SSD): penyimpanan permanen untuk sistem operasi, aplikasi, dan data.
  • Cloud Storage: penyimpanan online untuk backup dan akses lintas perangkat.

3. Perangkat Input & Output

  • Input: keyboard, mouse, scanner, mikrofon, sensor.
  • Output: monitor, printer, speaker, proyektor.
  • Perangkat gabungan: touchscreen, kamera, perangkat multifungsi (printer + scanner).

4. Komponen Pendukung

  • Motherboard: papan utama yang menghubungkan semua komponen.
  • Catu daya (PSU): menyalurkan listrik ke komponen.
  • Konektivitas: port USB, Ethernet, slot PCIe, dan Wi-Fi module.
Contoh: Komputer untuk desain grafis membutuhkan GPU yang kuat, SSD cepat, dan RAM besar agar proses rendering lancar.

B. Perangkat Lunak Komputer




Perangkat lunak (software) adalah sekumpulan instruksi/program yang membuat hardware menjalankan tugas tertentu. Software terbagi menjadi beberapa jenis:

1. Sistem Operasi (Operating System)

  • Mengontrol hardware dan menyediakan antarmuka pengguna (GUI/CLI).
  • Mengelola proses, memori, berkas, dan perangkat I/O.
  • Contoh populer: Windows, Linux (Ubuntu, Fedora), macOS, Android.

2. Aplikasi (Application Software)

  • Aplikasi produktivitas: Microsoft Office, LibreOffice, Google Workspace.
  • Aplikasi multimedia: Adobe Photoshop, Premiere, Audacity.
  • Aplikasi pendidikan dan komunikasi: Moodle, Zoom, Google Classroom.

3. Utility & Driver

  • Utility: antivirus, backup tools, disk cleanup.
  • Driver: penerjemah antara OS dan hardware (mis. driver printer, GPU).
Contoh peran OS: - Menjadwalkan proses CPU (process scheduling) - Mengatur memori (virtual memory) - Mengelola sistem berkas (file system)
Catatan: Pilihan software harus disesuaikan dengan kebutuhan — mis. software desain vs software office.

C. Brainware (Pengguna)


Brainware adalah manusia yang merancang, mengoperasikan, dan memelihara sistem komputasi. Peran brainware mencakup:

  • End user: pengguna akhir seperti siswa, guru, pegawai.
  • Operator: menjalankan perangkat dan tugas rutin.
  • Programmer/Developer: menulis kode dan membangun aplikasi.
  • System Administrator: mengelola server, jaringan, dan keamanan.
Penting: Pelatihan brainware (skill digital) sama pentingnya dengan investasi hardware & software.

D. Instalasi Sistem Operasi


Instalasi OS adalah proses menempatkan sistem operasi ke media penyimpanan sehingga komputer dapat digunakan. Berikut langkah umum dan tips penting.

Langkah Umum (Windows)

  1. Siapkan USB bootable (menggunakan Rufus atau Media Creation Tool).
  2. Masuk ke BIOS/UEFI lalu atur prioritas boot ke USB.
  3. Boot dari USB, pilih bahasa, format disk (partisi), lalu instal.
  4. Setelah instal, pasang driver (chipset, GPU, LAN), lalu update OS.

Langkah Umum (Linux — Ubuntu)

  1. Download ISO Ubuntu dan buat USB bootable (balenaEtcher/Rufus).
  2. Boot dari USB, pilih "Try" atau "Install".
  3. Atur partisi (bisa dual-boot dengan Windows), pilih timezone, buat user.
  4. Selesaikan instal, restart, lalu perbarui paket (sudo apt update && sudo apt upgrade).
Tips: - Backup data sebelum instalasi. - Gunakan partisi terpisah untuk OS dan data. - Pastikan driver kompatibel (cek website vendor).
Catatan: Untuk sekolah, pertimbangkan instalasi image standar agar konfigurasi seragam antar mesin.

E. Jenis Sistem Komputasi Modern

Perkembangan teknologi menghasilkan berbagai model sistem komputasi:

  • Komputasi Personal: PC/Laptop untuk penggunaan individu.
  • Komputasi Mobile: Smartphone/tablet; fokus pada aplikasi mobile.
  • Komputasi Jaringan (Client-Server): sumber daya terpusat di server.
  • Komputasi Awan (Cloud): layanan infrastruktur & platform via internet (AWS, Google Cloud).
  • Komputasi Paralel & Distribusi: untuk pemrosesan besar (HPC, cluster).
  • Komputasi AI/ML: sistem yang belajar dari data (neural networks, deep learning).
Implikasi: Pilihan arsitektur mempengaruhi performa, biaya, dan kebutuhan staf IT.

F. Perbandingan: Windows vs Linux

Ringkasan perbandingan menangani kebutuhan sekolah/SMK agar mudah memilih platform yang sesuai.

Aspek Windows Linux
Ketersediaan Aplikasi Banyak aplikasi komersial (MS Office, Adobe). Cocok untuk pengguna umum. Banyak aplikasi open-source (LibreOffice, GIMP). Beberapa aplikasi komersial terbatas.
Lisensi & Biaya Berbayar (lisensi OEM/retail) — biaya lisensi untuk banyak mesin. Mayoritas gratis (open-source). Hemat biaya lisensi untuk sekolah.
Keamanan Sangat populer target malware; perlu antivirus dan update rutin. Secara default lebih sedikit malware; model permission lebih ketat.
Kemudahan Penggunaan User-friendly, GUI konsisten; mudah untuk pengguna awam. Bervariasi (Ubuntu mudah; distro lain butuh pengetahuan teknis).
Kompatibilitas Hardware Driver umum tersedia dari vendor; plug & play baik. Kebanyakan hardware didukung, tapi beberapa perangkat proprietary memerlukan usaha.
Dukungan & Dokumentasi Support resmi dari Microsoft dan ekosistem vendor IT. Komunitas aktif + dokumentasi opensource; dukungan profesional juga tersedia (paid).
Pengelolaan Jaringan/Server Cocok untuk desktop client; server Windows tersedia (Windows Server). Sangat populer untuk server, layanan web, dan infrastruktur cloud.
Kustomisasi Terbatas — banyak bagian sistem tidak dapat diubah mendalam tanpa tool khusus. Sangat tinggi — sumber terbuka memungkinkan modifikasi sampai level kernel.
Rekomendasi singkat: Untuk lab sekolah yang butuh banyak aplikasi komersial → Windows. Untuk pengajaran tentang server, jaringan, dan biaya rendah → Linux (Ubuntu/CentOS).

Kesimpulan

Sistem komputasi berupa perpaduan hardware, software, dan brainware yang saling melengkapi. Memahami tiap komponen (CPU, memori, OS, aplikasi, dan instalasi) serta perbedaan platform (Windows vs Linux) membantu sekolah memilih solusi teknologi yang tepat — baik untuk kebutuhan praktikum, administrasi, maupun pengembangan keterampilan siswa.